Kucing kencing berdarah (hematuria) bisa disebabkan infeksi saluran kemih, batu/kristal, stress cystitis, atau sumbatan saluran kemih yang darurat. Penyebab pastinya cuma bisa dipastikan lewat pemeriksaan dokter hewan — jangan menebak sendiri, segera periksakan, apalagi kalau disertai kesulitan buang air kecil.
Kamu baru lihat ada bercak merah muda atau merah di pasir litter box bekas kucingmu, dan langsung parno? Wajar banget. Kencing berdarah pada kucing itu selalu tanda sesuatu sedang nggak beres di saluran kemihnya, meskipun penyebabnya bisa macam-macam mulai dari yang relatif ringan sampai yang darurat. Kami di Cat Corner sering dapat pertanyaan ini dari pelanggan yang panik nemu darah di pasir kucingnya. Di artikel ini kita bahas kemungkinan-kemungkinan penyebabnya, tapi perlu digarisbawahi dari awal: artikel ini bukan alat diagnosis, cuma dokter hewan yang bisa memastikan penyebab sebenarnya lewat pemeriksaan.
Apa Itu Hematuria pada Kucing?
Hematuria adalah istilah medis untuk adanya darah dalam urine. Kadang terlihat jelas sebagai warna kemerahan atau merah muda pada urine atau pasir, tapi kadang juga cuma terdeteksi lewat tes laboratorium kalau jumlahnya sangat sedikit (disebut microscopic hematuria).
Yang perlu kamu pahami: hematuria bukan penyakit itu sendiri, melainkan gejala dari kondisi lain yang sedang terjadi di saluran kemih kucingmu. Karena itu, mustahil menentukan penyebab pastinya cuma dari melihat warna urine di rumah.
Kemungkinan Penyebab Kucing Kencing Berdarah
Berikut beberapa kondisi yang paling umum dikaitkan dengan hematuria pada kucing. Ingat, ini daftar kemungkinan, bukan daftar untuk self-diagnosis.
Infeksi Saluran Kemih (UTI)
Infeksi bakteri di kandung kemih atau uretra bisa menyebabkan peradangan yang memicu darah keluar bersama urine. Biasanya disertai gejala lain seperti sering ke litter box dengan urine sedikit-sedikit, atau kucing terlihat kesakitan saat buang air kecil.
Batu atau Kristal Saluran Kemih
Endapan mineral yang terbentuk di kandung kemih bisa menggores dinding saluran kemih saat urine mengalir, menyebabkan perdarahan. Kondisi ini sering terkait dengan pola makan, kadar hidrasi, dan pH urine kucing.
Feline Idiopathic Cystitis (Stress Cystitis)
Ini adalah peradangan kandung kemih yang dipicu stres, tanpa infeksi bakteri yang terdeteksi. Cukup umum terjadi pada kucing indoor, terutama yang mengalami perubahan lingkungan, konflik dengan kucing lain di rumah, atau rutinitas yang terganggu. Meskipun “cuma” dipicu stres, gejalanya bisa sama beratnya dengan penyebab lain.
Sumbatan Saluran Kemih (Urinary Blockage)
Ini yang paling darurat dari semua kemungkinan di atas. Kalau kencing berdarah disertai kucing yang bolak-balik ke litter box tapi urine yang keluar sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali, ini bisa jadi tanda sumbatan total — kondisi yang bisa berakibat fatal dalam hitungan hari kalau tidak segera ditangani, terutama pada kucing jantan.
Trauma atau Cedera
Benturan, jatuh dari ketinggian, atau kecelakaan bisa menyebabkan cedera internal di area saluran kemih yang memicu perdarahan.
Kondisi Lain yang Lebih Jarang
Tumor saluran kemih, gangguan pembekuan darah, atau penyakit ginjal tertentu juga bisa jadi penyebab, meskipun ini lebih jarang dibanding penyebab di atas — dan lagi-lagi hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan medis.

Gejala Lain yang Perlu Diperhatikan Bersamaan
Perhatikan apakah kencing berdarah disertai gejala berikut, karena kombinasinya membantu dokter hewan mempersempit kemungkinan penyebab:
- Sering bolak-balik ke litter box tanpa hasil urine yang signifikan
- Mengejan atau terlihat kesakitan saat buang air kecil
- Menjilati area kelamin berlebihan
- Mengeong atau menangis saat di litter box
- Lesu, nafsu makan menurun
- Perut terasa keras atau membesar
Kalau kamu melihat kombinasi kencing berdarah dengan kesulitan buang air kecil sama sekali, ini masuk kategori darurat dan perlu penanganan segera — bukan sesuatu yang bisa ditunggu sampai besok.
Kenapa Kamu Nggak Boleh Menebak Diagnosis Sendiri
Ini poin yang paling penting dari seluruh artikel ini. Kami sengaja nggak akan bilang “kalau warnanya begini berarti penyebabnya itu,” karena hematuria butuh pemeriksaan fisik, tes urine, kadang USG atau rontgen untuk benar-benar tahu penyebabnya. Dua kucing dengan gejala yang kelihatannya mirip bisa punya penyebab yang sama sekali berbeda, dan penanganannya juga berbeda jauh — infeksi butuh antibiotik, batu saluran kemih mungkin butuh perubahan pola makan atau bahkan tindakan bedah, sementara stress cystitis lebih ke manajemen lingkungan dan stres.
Menunda pemeriksaan karena berasumsi “mungkin cuma stres” atau “mungkin cuma infeksi ringan” bisa berisiko fatal kalau ternyata penyebabnya sumbatan saluran kemih.
Kapan Harus Segera ke Dokter Hewan
Bawa kucingmu ke dokter hewan secepatnya kalau melihat darah dalam urine, apa pun kondisinya. Tapi ini kondisi yang butuh penanganan darurat, sekarang juga, bukan besok:
- Kencing berdarah disertai kesulitan buang air kecil atau urine yang keluar sangat sedikit
- Kucing terlihat sangat kesakitan, lesu, atau tidak responsif
- Perut terasa keras dan membesar
- Kucing sama sekali tidak bisa buang air kecil
Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik, tes urine (urinalisis), dan kalau perlu USG atau rontgen untuk melihat kondisi kandung kemih dan saluran kemih secara langsung, baru bisa menentukan penyebab pasti dan penanganan yang tepat.
FAQ Seputar Kucing Kencing Berdarah
Apakah kencing berdarah pada kucing selalu berbahaya?
Semua kasus hematuria perlu diperiksakan, tapi tingkat urgensinya beda-beda tergantung penyebab dan gejala penyerta. Yang jelas, jangan pernah menganggapnya “akan sembuh sendiri” tanpa pemeriksaan.
Apakah warna darah dalam urine bisa menunjukkan penyebabnya?
Tidak bisa dipastikan hanya dari warna. Warna dan jumlah darah bisa dipengaruhi banyak faktor dan tidak cukup untuk menentukan diagnosis tanpa pemeriksaan laboratorium.
Apakah stress cystitis bisa sembuh tanpa obat?
Kadang gejalanya membaik sendiri dalam beberapa hari, tapi tetap perlu diperiksakan untuk memastikan bukan penyebab lain yang lebih serius, dan dokter hewan biasanya akan menyarankan manajemen stres serta perubahan lingkungan untuk mencegah kekambuhan.
Apakah kucing betina juga berisiko mengalami hematuria?
Ya, kucing betina juga bisa mengalami hematuria akibat infeksi, batu saluran kemih, atau stress cystitis, meskipun risiko sumbatan totalnya lebih rendah dibanding kucing jantan.
Kencing berdarah pada kucing selalu jadi sinyal untuk segera diperiksakan, bukan ditebak-tebak sendiri di rumah. Artikel ini memberi gambaran kemungkinan penyebabnya supaya kamu nggak panik buta, tapi bukan pengganti diagnosis dokter hewan — kalau kucingmu mengalami ini, terutama disertai kesulitan buang air kecil, segera hubungi dokter hewan atau klinik terdekat. Kalau kamu butuh saran soal pola makan atau produk yang mendukung kesehatan saluran kemih kucingmu setelah diagnosis, langsung aja hubungi kami di Cat Corner.
