Kejang pada kucing bisa disebabkan epilepsi, keracunan, demam tinggi, trauma kepala, atau gangguan organ dalam. Saat kejang terjadi, jangan pegang atau tahan tubuhnya — cukup jauhkan benda berbahaya, catat durasinya, dan segera bawa ke dokter hewan begitu kejang berhenti atau lebih dari 5 menit.
Kalau kamu baru pertama kali lihat kucing kejang, rasanya pasti langsung panik — badannya kaku, kaki menendang-nendang nggak terkendali, kadang sampai ngiler atau ngompol. Kami sendiri pernah dapat chat tengah malam dari salah satu member komunitas WA Cat Corner yang suaranya lewat voice note aja udah kedengeran gemetar, karena kucingnya tiba-tiba kejang pas lagi tidur bareng dia. Di artikel ini kita bahas tuntas kenapa kucing bisa kejang, dan yang paling penting — apa yang harus kamu lakukan (dan jangan dilakukan) di lima menit pertama.
Apa Itu Kejang pada Kucing?
Kejang adalah lonjakan aktivitas listrik yang nggak normal di otak, yang bikin tubuh kucing kehilangan kendali sementara. Biasanya berlangsung singkat, dari beberapa detik sampai beberapa menit, tapi buat pemiliknya rasanya kayak sejam.
Ciri-ciri umum yang biasa kelihatan:
- Tubuh kaku lalu diikuti gerakan menyentak-nyentak (mirip mengayuh sepeda)
- Mata kosong atau melotot, kadang disertai suara mengeong aneh
- Ngiler berlebihan, kadang disertai buang air kecil/besar tanpa sadar
- Setelah kejang berhenti, kucing biasanya bingung, lemas, atau jalan sempoyongan (fase ini disebut postictal, bisa berlangsung sampai 24 jam)
Penyebab Kucing Kejang-Kejang
Ini bagian yang paling sering ditanyakan, dan jawabannya memang nggak tunggal. Beberapa penyebab yang paling umum kita temui:
1. Epilepsi (Idiopatik)
Sama seperti manusia, kucing juga bisa punya epilepsi bawaan tanpa penyebab struktural yang jelas. Biasanya muncul berulang dengan pola yang mirip setiap kali kambuh, dan butuh diagnosis serta obat rutin dari dokter hewan untuk dikontrol jangka panjang.
2. Keracunan
Ini salah satu penyebab paling sering dan paling bisa dicegah. Pestisida, obat nyamuk, tanaman beracun (lily termasuk yang paling berbahaya buat kucing), sampai obat manusia yang tertelan tanpa sengaja bisa memicu kejang dalam hitungan jam.
3. Demam Tinggi atau Infeksi
Suhu tubuh yang melonjak akibat infeksi virus atau bakteri parah bisa memicu apa yang disebut febrile seizure — kejang akibat demam.
4. Trauma Kepala
Kucing yang baru jatuh dari ketinggian, kena benturan keras, atau kecelakaan bisa mengalami kejang beberapa jam sampai beberapa hari setelah kejadian, meskipun luka luarnya kelihatan ringan.
5. Gangguan Organ Dalam
Gangguan hati (terutama hepatic encephalopathy), gagal ginjal, atau gula darah yang anjlok drastis (hipoglikemia) bisa mengganggu fungsi otak dan memicu kejang — ini biasanya disertai gejala lain seperti lemas ekstrem atau nafsu makan yang sudah menurun beberapa hari sebelumnya.
Pertolongan Pertama Saat Kucing Kejang
Reaksi refleks pertama biasanya pengen langsung meluk atau menahan tubuhnya — justru itu yang paling salah. Berikut yang perlu kamu lakukan.

Yang Harus Dilakukan
- Jauhkan benda berbahaya di sekitarnya — meja, tangga, benda tajam — supaya dia nggak cedera saat menyentak.
- Catat waktu mulai kejang. Durasi ini informasi krusial buat dokter hewan nanti.
- Redupkan cahaya dan suara di sekitarnya kalau memungkinkan — rangsangan berlebih bisa memperpanjang kejang.
- Rekam video singkat kalau sempat dan aman dilakukan — ini sangat membantu dokter untuk mendiagnosis jenis kejangnya.
- Setelah kejang berhenti, biarkan dia di ruangan tenang dan gelap sampai benar-benar sadar penuh sebelum dipindahkan.
Yang JANGAN Dilakukan
- Jangan pegang, tahan, atau peluk tubuhnya saat kejang berlangsung — kamu bisa terluka (gigitan refleks) dan itu tidak membantu menghentikan kejangnya.
- Jangan masukkan tangan atau benda ke mulutnya. Kucing kejang tidak akan menelan lidahnya sendiri — mitos ini justru berisiko bikin kamu tergigit parah.
- Jangan kasih makan, minum, atau obat apa pun sampai dia benar-benar pulih dan sudah diperiksa dokter hewan.
Kapan Harus Segera ke Dokter Hewan
Idealnya, setiap kejadian kejang pertama kali tetap wajib diperiksakan, sekalipun cuma berlangsung beberapa detik. Tapi ada beberapa kondisi yang statusnya darurat dan nggak boleh ditunda sedetik pun:
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Terjadi lebih dari satu kali kejang dalam 24 jam (cluster seizures)
- Kucing belum sadar penuh lebih dari 30 menit setelah kejang berhenti
- Disertai gejala lain seperti muntah, lemas ekstrem, atau kesulitan bernapas
Kalau salah satu dari ini terjadi, langsung bawa ke klinik hewan terdekat — jangan tunggu sampai besok pagi.
FAQ Seputar Kucing Kejang
Apakah kucing kejang bisa sembuh total?
Tergantung penyebabnya. Kejang akibat keracunan atau demam biasanya membaik setelah pemicunya diatasi, sementara epilepsi umumnya butuh pengobatan rutin seumur hidup untuk dikontrol, bukan disembuhkan total.
Berapa lama kejang kucing normalnya berlangsung?
Biasanya di bawah 2-3 menit. Lebih dari 5 menit sudah masuk kategori darurat medis (status epilepticus).
Apakah kejang pada anak kucing berbeda dengan kucing dewasa?
Anak kucing lebih rentan kejang akibat hipoglikemia atau infeksi berat karena sistem tubuhnya belum stabil, jadi penanganannya harus lebih cepat.
Bolehkah kucing yang habis kejang langsung dikasih makan?
Tunggu sampai dia benar-benar sadar dan bisa berjalan normal dulu — memberi makan saat masih disorientasi berisiko tersedak.
Kejang itu selalu terasa seperti kejadian yang paling menakutkan buat cat parents, tapi respons yang tenang dan tepat di lima menit pertama bisa jadi penentu. Kalau kucingmu baru mengalami ini dan kamu masih bingung langkah selanjutnya, langsung hubungi kami atau gabung ke komunitas WhatsApp Cat Corner — banyak cat parents lain yang siap sharing pengalaman serupa sambil kamu menuju klinik hewan terdekat.
